Perbandingan decking dan wpc 1

Perbandingan decking dan wpc Fakta dan 5 Perbandingan Decking Kayu dan WPC paling Penting

Perbadningan Decking vs WPC – Penggunaan Decking WPC menjadi menjadi alternatif terbaik untuk pengganti kebutuhan Decking Kayu Solid, beberapa area seperti Kolam renang, taman hunian, atau teras kerap memanfaatkan Decking untuk kebutuhan Pijakannya.

Selain decking memiliki motif dan warna yang natural, tingkat kuat dan keawetannyapun mampu memberikan nilai jual yang tinggi, namun demikian Penggunaan Decking kayu dirasa lebih memakan banyak biaya.

Untuk itulah WPC flooring menjadi pengganti decking kayu terbaik, sebab bentuk dan warnanya memodifikasi decking kayu solid pada umumnya, namun untuk lebih paham dan mengerti mengenai perbedaan antara keduanya, yuk simak ulasannya berikut :

5 Fakta hingga Perbandingan Decking dan WPC

Kualitas Decking Kayu

Perbandingan decking dan wpc 2

Sebelum Membahas Perbandingannya, ketahui dulu apa itu Decking Kayu. Decking Kayu merupakan penutup lantai yang terbuat dari Kayu Solid alami, dengan berbagai jenis kayu yang sudah di Pilih dengan tingkat kuat dan awet di atas Kelas II-I.

Jenis Kayu Solid yang banyak digunakan, seperti Kayu Ulin, Merbau, Bengkirai, Keruing yang memiliki kualitas kuat dan awet yang panjang. Tampilan Deckingpun banyak disukai, karena seratnya yang natural, membuat hunian atau bangunan menjadi lebih cantik dan nyaman.

Baca Juga : Harga Decking Kayu Solid Mulai Rp 290rb Per meter persegi

Selain digunakan untuk kebutuhan lantai, Deckingpun kerap digunakan sebagai pelapis tembok didalam ruangan untuk menampilkan kesan elegang, decking dibuat dengan alur air dan ketebalan yang tinggi, agar lantai outdoor menjadi lebih kuat, tahan geseran, dan aman.

Kualitas Decking WPC

Perbandingan decking dan wpc

Berbeda dengan WPC, dimana material lantai satu ini terbuat dari komposit kayu plastik, dimana kepanjang WPC sendiri ebrarti wood palsti compiste, composite sendiri dapat diartikan sebagai campuran, sebab pembuatan lantai WPC.

Diolah dengan campuran bahan kayu dan plastik. WPC sendiri diproduksi untuk menjadi solusi atas eksploitasi hutan serta penembahangan pohon yang berlebihan, material lantai daur ulang ini relatif lebih mudah ditemukan.

Baca Juga : Tertarik Menggunakan WPC? Ketahui Fungsi dan 2 Jenis Terbaiknya

Penggunaannyapun sungguh beragam, bahkan hampir sama dengan manfaat decking kayu solid. Lantai Wpc terkenal dengan daya tahan terhadap air yang bagus, bahkan lantai wpc kuat terhadap rayap dan hama.

Walaupun demikian, lantai wpc hanya memiliki warna dan motif yang terbatas, dimana kamu hanya bisa menggunakan wpc dengan warna coklat, dan kuning saja.

Bagaimana? Lebih tertarik menggunakan lantai outdoor mana? wpc? atau decking kayu solid? jika kamu bingung untuk memilih mana yang terbaik, yuk ketahui perbedaan hingga perbandingan antara Decking kayu solid dan lantai wpc. berikut urainya :

Perbandingan WPC dan Decking Kayu Solid

Perbandingan decking dan wpc 3

1. Jenis Bahan Berbeda

Salah satu perbedaan antara wpc dan decking kayu dibedakan dari segi Bahan pembuatannya, dimana Decking kayu solid terbuat dari bahan alami yang tumbuh dari pohon berusia puluhan tahun, dengan masa waktu yang panjang, menghasilkan kayu dengan tingkat kuat dan awet yang tinggi.

Berbeda halnya dengan Lantai WPC, dimana bahan pembuatannya terdiri dari 50% kayu solid, dan 50% bahan plastik yang diolah dengan mesin berteknologi yang dibentuk menyerupai kayu decking pada umumnya.

Keduanya memiliki kelebihan dan keunggulan dari segi bahan pembuatannya, sehingga kamu bisa menjcari material mana yang akan kamu gunakan, antara terlihat natural dan alami atau terlihat buatan dan modern.

2. Kualitas Produk

Jika ditanya perihal kualitas, dimana kedua produk antara decking dan wpc memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dari segi ketahanan dan berat bobot, kualitas deckinglah paling unggul, sebab terbuat dari bahan alami sehingga decking kayu sangat solid.

Berbeda dengan lantai wpc yang terbuat dari plastik, sehingga berat bobotnya tidak terlalu berat. Keduanya memiliki ketahanan terhadap air dan rayap, hanya saja lantai wpc lebih mudah rusak saat terkena sinar matahari, sedangkan decking lebih kuat.

Decking kayu mampu bertahan hingga waktu kurang lebih 30 tahun keatas, sedangkan lantai wpc kisaran 10-20 tahun. Sehingga Kebutuhan antara decking dan wpc, dilihat dari Penggunaannya terlebih dahulu.

3. Tampilan dan Warna

Perbedaan lain yang bisa kamu ketahui yakni perihal tampilan dari pemasangannya keduanya, dimana decking kayu memiliki serat alami yang terlihat natural dan cantik, apalagi beberapa jenis decking seperti ulin dan merbau memiliki warna yang unik, yang lebih berdaya tarik.

Beda halnya dengan Lantai WPC, yang terbuat dari olahan sehingga motif dan warnanya terbilang flat, kamu bisa menggunakan warna Wpc antara kuning dan cokelat saja, sehingga tampilan hunian luar ruangan sedikit lebih standar.

4. Ketahanan Rayap dan Jamur

Karena Terbuat dari Bahan plastik, sehingga ketahanan WPC terhadap jamur begitu kuat, sebab jamur tidak menyukai plastik. Namun, beberapa jenis Decking kayupun terdapat ketahanan rayap yang baik lho,

salah satunya Decking ulin dan merbau sehingga jika kamu menyukai atau tertarik menggunakan Decking kayu, maka gunakan Decking dengan kualitas terbaik.

5. Biaya dan Harga Produk

Keduanya memiliki perbedaan Harga yang tidak terlalu jauh, dimana Decking Kayu Solid lebih murah jika diitung dari berapa banyaknya, sebab lantai wpc bisa mencapai 200/350 rb perbatangnya, sedangkan 600/800rb permeternya, dimana satu meternya terdapat 2/3 pcs decking ulin.

Jadi, lebih tertarik menggunakan Produk mana?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top