Jenis Kaca – Dalam Membangun sebuah bangunan, pastinya memerlukan perhitungan yang baik agar kontruksi bangunan sesuai dengan kebutuhannya. Tentunya, tak ada bangunan yang kokokh dan sempurna tanpa perhitungan yang Pas.
Salah satu material yang kerap hadir dan selalu menjadi point pertama saat membangun yakni Sebuah material kaca. Kaca sendiri memiliki beragam fungsi, dan manfaat bagi sebuah bangunan.
Salah satunya sebagai ruang cahaya agar masuk kedalam ruangan, bentuk dan motif yang beragam menjadi salah satu dekorasi rumah yang banyak digunakan agar tampilan hunian semakin sempurna.
Namun, tak sampai disitu. sebelum kamu menggunakan kaca untuk beragam manfaat bangunan. Pastikan kamu mengenal jenis dan fungsinya, sebab beberapa kaca memiliki bentuk dan fungsinya tersendiri, untuk lebih mengenal. Yuk ketahui beragam jenis kaca berikut :
9 Jenis Kaca dan Fungsi untuk Bangunan
1. Kaca Polos dan Bening

Kebutuhan kaca menjadi hal yang penting untuk memenuhi kebutuhan cahaya ruangan agar lebih hemat dan sehat, pastinya jenis kaca tersebut bisa kamu gunakan dengan Material kaca polos.
Salah satu jenis kaca tersebut, menjadi jenis yang banyak digunakan disetiap bangunan. Kaca polos, kerap dibuat menggunakan bahan sodium slika dan kalsikum silica, yang paling sederhana dan mudah saat dibuatnya.
Jenis kaca polos mampu menghasilkan bayangan prima hingga 90% sehingga cocok untuk kebutuhan rumah, namun tidak untuk kebutuhan bangunan bertingkat sebab kaca bening tidak memiliki ketahanan panas yang kaut.
Jenis Kaca bening atau polos tersedia dengan beragam ketebalan, dari 5 mm, 6 mm, serta 8mm, ketebalan biasanya dipilih sesuai kebutuhannya. Harga yang ditawarkanpun tidak terlalu tinggi, jadi termasuk ekonomis untuk kamu gunakan.
2. Kaca Stopsol

Jika tadi kaca bening tidak cocok untuk kebutuhan bangunan bertingkat, maka kaca stopsol bisa menjadi pilihannya. Jenis kaca stoplsol atau dikenal dengan solat heat relective glass memiliki kemampuan untuk memantulkan cahaya matahari.
Sehingga ruangan dengan penggunaan kaca stopsol akan mendinginkan ruangan. Oleh sebab itu, jenis kaca satu ini kerap diaplikasikan untuk gedung gedung tinggi dan perkantoran.
3. Kaca Burem atau Kaca Es

Jika dua jenis kaca diatas memiliki bentuk polos dan bening yang mampu menghasilkan cahaya yang sempurna, tidak dengan kaca satu ini yang memiliki tekstur yang seperti es.
Ya, jenis kaca burem atau kaca es memiliki kemampuan dekoratif serta mengaburkan bayangan, sehingga mampu mengurangi masuknya sinar matahari kedalam ruangan.
Walaupun begitu, banyak masyarakat indoensia malah lebih memilih stiker kaca burem ketimbang kaca es satu ini, sebab stiker burem kaca lebih mudah ketimbang kaca burem. Walau demikian, kaca es asli memiliki tekstur yang lebih menampilkan kesan artistik
4. Kaca Warna atau Kaca Rayban

Jika kamu mencari kaca dengan warna dan motif yang cantik, maka kaca rayban bisa menjadi salah satu pilihannya, kaca polos ini diberi lapisan warna yang berasal dari campuran logam.
Jenis kaca satu ini sama dengan kaca burem yang mampu menahan panas hingga 55%, tentunya sifat tersebut mampu mengurangi beban energi pendingin ruangan. Untuk tingkat kegelapannya, bisa kamu sesuaikan dengan memilih warna yang sesusai selera.
Warna kaca rayban atau kaca warna terdiri dari biru, hijau, biru gelap, abu gelap, pink, merah dan warna unik lainnya. Jenis kaca ini cocok untuk bangunan yang memerlukan dekorasi yang unik.
5. Kaca Patri atau Kaca Bentuk

Hampir sama dengan kaca rayban, dimana kaca patri merupakan material kaca yang sudah dibentuk dan dimotif sehingga menghasilkan gambar dari penyambungan kaca warna warni, potongan kecil tersebut disusun dengan tiah dan disesuaikan dengan bentuk karya mozaik, jenis kaca ini kerap digunakan pada bangunan bangunan jadul, atau gereja dan sebagainya.
6. Kaca Cermin

Berbeda dengan ke 5 kaca diatas, dimana kaca cermin atau reflective glass merupakan salah satu jenis kaca yang tidak termbus pandang. Kaca jenis ini merupakan kaca dengan one way.
Hal ini dikarenakan sisi kaca satu memantulkan visual yang ada ddidepannya, atau biasa kita kenal dengan cermin. Cermin dbiuat dengan tambahan oksida logam dan proses prolisis, jenis kaca ini digunakan untuk kebuthan mencermin, dan tidak untuk kaca bangunan.
7.Tempered Glass atau Kaca Anti Pecah

Jika kita sadar, bahwa setiap kaca memiliki keretakan yang sensitif sehingga memerlukan pemasangan yang hati-hati, namun tidak dengan tempered glass, dimana ketahannya 3-5x lebih kuat, ketimbang kaca biasanya.
Kaca satu ini mampu menahan beban dari berat, angin, atau tekanan yang tinggi, sehingga banayk menggunakan jenis satu ini untuk beberapa bangunan berkeamanan tinggi. Biasanya penggunaannya sebagai frame, railing serta diding tembus pandang.
Kamu bisa menggunakan kaca tempered sesuai dengan kebutuhan, sebab kaca tempered memiliki ragam tebal dan ukuran yang beragam. Biasanya kaca temperd tersedia dengan ukuran minimal 150 x 150 mm dan maksimal sebesar 1500 x 3000 mm dan Ketebalan kaca berkisar antara 3 hingga 12 mm
8. Kaca Laminasi

Sama hal dengan Kaca Tempered dimana kaca laminasi memiliki karakteristik yang sulit ditembus, sehingga banyak digunakan sebagai material kaca transporasi umum. Kaca laminasi memiliki bentuk lembaran dan dilapisi polyvinyl transfaran.
Baca Juga : 7 Desain Balkon Minimalis yang Anti mainstream, lebih Ekonomis!
Lapisan ini berfungsi untuk melindungi kaca agar tak mudah pecah, walaupun memiliki bagian yang pecah, namun kaca ini tidak akan terlepas dan terus menempel dari kerangkanya.
9. Kaca Balok atau Glassblock

Jenis kaca dekorasi ini bisa kamu gunakan sebagai tampilan yang berestetika, memiliki bentuk balok, dan sifat fleksibel seperti batu bata menjadi nilai tersendiri bagi hunian. Kaca balok memiliki ukuran dan sifat yang mudah digabungkan, sehingga tampilannya akan lebih sempurna.
Baca Juga : Bahas Glass Block paling Lengkap, Ketahui fungsi dan Kelebihannya Disini!
Jadi, jenis kaca mana yang akan kamu gunakan?
