Berencana membangun lapangan padel? untuk mewujudkan tempat sarana olahraga tersebut memerlukan beberapa standarisasi yang perlu diketahui.
Mulai dari ukuran lapangan padel, material lantai yang digunakan, net, bola dan akan mengusung konsep indoor atau outdoor.
Semua itu perlu diperhitungkan secara matang agar sesuai standar yang diterapkan oleh FIP (Federasi Padel Internasional).
Untuk membantu semua itu, kali ini kita akan membahas beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam membangun lapangan olahraga padel. Diantaranya:
Apa Itu Padel?

Padel adalah olahraga raket yang mirip dengan tenis dan squash, dimainkan oleh empat orang (2 lawan 2) di lapangan yang lebih kecil dan dikelilingi oleh dinding kaca atau pagar. Bola boleh memantul ke dinding setelah menyentuh lantai, sehingga permainan menjadi cepat dan strategis.
Peralatan yang digunakan:
- Raket: Berbentuk padat dan berlubang
- Bola: Hampir mirip bola tenis namun tekanannya sedikit berbeda
- Lapangan: Dikelilingi dinding kaca dan pager
Sejarahnya olahraga ini pertama kali dimainkan atau diciptakan oleh Enrique Corcuera pada tahun 1969 di Meksiko. Seiring berjalannya waktu, kini olahraga padel mulai banyak diminati diberbagai negara termasuk Indonesia.
Baca Juga: Bahan Olahraga Squash
Kenapa olahraga padel populer akhir-akhir ini?
- Lebih mudah dipelajari dan dimainkan dibandingkan tenis
- Lapangan relatif kecil sehingga mudah dijangkau
- Permainan seru karena bisa dipantulkan ke dinding
- Permainan sosial karena dimainkan secara berpasangan
Standar ukuran lapangan padel

Menurut FIP (Federasi Padel Internasional) Standar ukuran lapangan padel:
- Lebar: 10 meter
- Panjang: 20 meter
- Ketinggian net: 88cm pada area tengah dan 92cm pada area samping
- Garis Tengah: Membagi lapangan secara sama besar
- Garis Servis: Berjarak 3 meter dari net, dengan sejajar garis belakang
Baca Juga: Jenis Lantai Terbaik Untuk Lapangan Voli
Jenis Lapangan Padel
Pada umumnya, olahraga ini dapat dimainkan pada area dalam ruangan dan luar ruangan (Indoor & Outdoor). Sehingga bisa disesuaikan berdasarkan lokasi pembangunan, cuaca sekitar dan desain lapangan padel yang dipakai.
Lapangan padel indoor

Jenis lapangan olahraga padel indoor atau dalam ruangan banyak digunakan di Indonesia. Mungkin karena faktor cuaca yang cenderung panas dan terkadang hujan.
Konsep lapangan indoor ini cukup banyak diminati oleh orang-orang karena bisa dimainkan kapan saja tanpa khawatir cuaca di sekitar.
Namun untuk membangun lapangan padel indoor membutuhkan budget yang cukup tinggi.
Baca Juga: 6 Jenis Lantai Lapangan Indoor Terbaik
Lapangan padel outdoor

Lapangan padel outdoor atau luar ruangan dengan pencahayaan alami dengan sistem drainase yang memadai kalian jadikan opsi.
Kenapa? Karena membangun lapangan padel outdoor ini tergolong murah tanpa perlu menambah atap, lampu banyak dan cenderung minim perawatan.
Namun kekurangan dari lapangan outdoor ini ialah faktor cuaca, orang-orang cenderung malas bermain jika cuaca sedang turun hujan dan kondisi sedang panas terik.
Apa saja yang diperlukan dalam membangun lapangan padel?

Selain memilih lokasi yang strategis, dalam membangun sebuah lapangan olahraga padel ini perlu beberapa material penting yang perlu diperhatikan. Diantaranya:
1. Material Lantai
Jenis lantai lapangan padel yang biasa digunakan diberbagai negara terutama di Indonesia adalah:
- Rumput Sintetis
- Acrylic Sport Flooring
- Lantai beton + Synthetic Turf
Jenis lantai tersebut umumnya mampu bertahan lama, bisa diaplikasikan pada area indoor atau outdoor, tampilannya menarik dan relatif minim perawatan.
Namun tidak dipungkiri juga penggunaan lantai kayu parket solid yang terbuat dari olahan kayu jati dan merbau. Bisa juga menggunakan jenis lantai sintetis seperti Vinyl atau flooring SPC.
Artikel Terkait: 2 Jenis Lantai Lapangan Basket Indoor
2. Material Dinding
Pada area dinding lapangan biasanya memakai tempered glass atau kaca dengan ketebalan minimal 10-12mm agar daya pantul maksimal. Dengan ketinggian 3 meter pada bagian samping dan belakang.
Dan pada bagian samping atas lapangan menggunakan pagar besi atau wire mesh agar bola tetap dipermainan dan memberikan variasi pantulan bola.
3. Pencahayaan
Untuk pencahayaan maksimal biasanya menggunakan 6 hingga 8 buah lampu LED yang dipasang pada setiap sudut lapangan.
Lampu biasanya dipasang pada 4–8 tiang dengan tinggi 6–8 meter agar cahaya merata dan tidak menyilaukan pemain.
4. Kenyamanan dan Keamanan
Untuk menunjang kenyamanan dan keamanan untuk para pemain diperlukan pintu lebar untuk keluar masuk lapangan para pemain dengan 1-2 akses dan pemukaan lantai anti slip.
Tidak lupa juga, untuk pemasangan area kaca diperlukan baut khusus agar tidak mudah lepas karena sering terkena getaran pantulan bola padel. Bila perlu, dipasang juga frame baja yang kuat.
Baca Juga: Lantai Lapangan Badminton
Bagaimana, Tertarik membangun lapangan padel?
