Karakteristik kayu keruing – Sebagai salah satu negara dengan Kawasan hutan tropis terbesar di dunia, tentunya Indonesia memiliki banyak jenis-jenis kayu yang berkualitas tinggi.
Ya, seperti halnya kayu keruing yang memang selalu menjadi andalan untuk berbagai bidang, seperti mebel, furniture, konstruksi bangunan, dan masih banyak lagi.
Selain di Indonesia, pohon kayu keruing juga tumbuh subur di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai karakteristik kayu keruing, mending simak langsung ulasannya di bawah ini.
5 Ciri Khas Kayu Keruing
1. Tekstur dan Warna Kayu

Dari segi tekstur, kayu keruing memang cenderung kasar dengan arah serat lurus atau agak bergelombang.
Disisi lain, ia juga memiliki kandungan resin alami yang agak lengket, terlebih ketika baru dipotong.
Kandungan resin alami tersebut berperan untuk menjaganya dari pengaruh cuaca dan rayap, namun membuatnya cukup sulit saat difinishing.
Untuk tampilan visualnya, kayu keruing mengusung warna cokelat kemerahan hingga cokelat tua.
Akan tetapi, warna kayu keruing bisa berubah menjadi gelap seiring waktu pemakaian akibat adanya proses oksidasi alami.
Baca juga: Mengenal Kayu Jati
2. Tingkat Kekuatan dan Kekerasan

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa kayu keruing memiliki keunggulan dari segi kekuatan dan kekerasannya.
Bagaimana tidak? Sebab keruing termasuk kedalam jenis kayu keras dengan tingkat keawetan yang berada dikelas ll dan lll.
Kayu ini mampu menahan beban berat dengan sangat baik, sehingga membuatnya ideal untuk kebutuhan konstruksi bangunan skala ringan dan menengah.
Meskipun tak sekuat jenis kayu ulin maupun bengkirai, namun daya tahan kayu keruing terbilang cukup bagus untuk penggunaan jangka panjang.
3. Berat Jenis

Menurut informasi yang didapat, kayu keruing mempunyai berat jenis berkisar 0,65 sampai 0,90 yang tergantung dari jenis serta lokasi asalnya.
Melalui berat jenis tersebut, kayu keruing terbilang cukup padat dan berat sehingga cenderung stabil dan tidak meudah melengkung.
Namun, kayu keruing juga berpotensi mengalami perubahan bentuk jika kadar air didalamnya tidak dikontrol dengan baik.
Itu sebabnya, mengapa kayu keruing harus melalui proses pengeringan terlebih dulu sebelum digunakan agar kadar airnya sesuai dengan standar.
4. Tahan Terhadap Cuaca dan Rayap

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada poin diatas tadi, bahwa kayu keruing memiliki kandungan resin alami.
Berkat adanya resin alami tersebut, maka dapat memperlambat proses pelapukan sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan outdoor.
Dari segi ketahanannya terhadap rayap memang cukup baik, namun tidak sepenuhnya kebal.
Oleh karena itu, kayu keruing harus diberi perlakuan khusus seperti pengawetan kimia agar lebih tahan terhadap serangan rayap.
Baca juga: Harga Kayu Ulin
5. Pemanfaatan Kayu Keruing

Dengan karakteristiknya yang cukup mumpuni, tentunya kayu keruing cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Pada bidang konstruksi bangunan, kayu keruing biasanya digunakan sebagai balok, papan lantai, kaso, hingga rangka atap.
Pasalnya, kayu ini memiliki tingkat kekuatan yang cukup baik dalam menopang beban berat.
Tak hanya itu, kayu keruing juga selalu diandalkan dalam bidang industri kayu olahan seperti pembuatan plywood dan veneer.
Beralih ke bidang mebel dan furniture, kayu keruing kerap dimanfaatkan untuk mebuat meja, kursi, lemari, tempat tidur, dan lain sebagainya.
Nah, seperti itulah ulasan singkat mengenai karakteristik kayu keruing. Bagaimana, apakah anda tertarik untuk menggunakan kayu keruing?
