karakteristik kayu angsana

Karakteristik Kayu Angsana yang Berbeda Dengan Lainnya

Karakteristik kayu angsana – Dengan sifatnya yang fleksibel, material kayu memang selalu diandalkan untuk berbagai kebutuhan.

Mulai dari kebutuhan mebel, furniture, konstruksi bangunan, kerajinan, dan masih banyak lagi.

Dari sekian banyak jenis kayu lokal yang tersedia, kayu angsana menjadi salah satu yang paling populer.

Dibeberapa daerah, kayu ini juga lebih dikenal dengan nama kayu sonokembang.

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai karakteristik kayu angsana, yuk simak langsung ulasannya di bawah ini.

Ciri Khas Kayu Angsana

1. Tampilan Visual yang Memukau

Dari tampilan visual, kayu angsana mengusung warna yang cukup bervariasi seperti cokelat kemerahan hingga keemasan.

Adapun pola seratnya yang membentuk ombak atau seperti serat api, sehingga membuatnya terlihat begitu eksotis.

tampian kayu angsana

Ketika baru dipotong, kayu angsana terlihat lebih cerah dengan kilauan lembut. Namun dengan seiring waktu, maka warnanya akan berubah menjadi merah tua yang semakin elegan.

Sehingga tak heran jika kayu angsana selalu menjadi pilihan utama bagi para desain interior, karena tampilannya yang terkesan mewah, natural, dan hangat.

Disisi lain, tekstur serat kayu angsana yang halus membuatnya cocok untuk berbagai jenis finishing.

Salah satunya seperti finishing dengan pelapis melamin atau PU, maka permukaannya terlihat lebih mengkilap dengan kedalaman warna yang begitu memukau.

Baca juga: Apa Itu Dowel Kayu? Dan Untuk Apa Fungsinya?

2. Tingkat Kekuatan dan Stabilitas Dimensi

Dari segi kekuatan, kayu angsana termasuk kedalam kelas 2-3. Itu artinya, ia cukup solid untuk penggunaan struktural ringan hingga menengah.

Tingkat kepadatannya berkisar antara 0,6 sampai 0,8 gram/cm3, yang membuatnya cukup stabil terhadap perubahan suhu maupun kelembapan.

tingkat kekuatan kayu angsana

Dengan kata lain, kayu angsana tidak akan mudah melengkung atau retak jika dikeringkan dengan benar.

Berkat kestabilan dimensinya yang memadai, kayu angsana kerap dipilih untuk dijadikan bahan mebel seperti meja, kursi, lemari, pintu, kusen, dan lain sebagainya.

Ketimbang jenis kayu lunak seperti albasia, kayu angsana memang lebih kokoh terhadap benturan.

Akan tetapi, tingkat kekerasan kayu angsana memang tidak sekeras kayu ulin maupun jati.

Sehingga penggunaan kayu angsana harus disesuaikan dengan kondisi. Misalkan untuk kebutuhan outdoor, yang mana kayu angsana harus diberi pelindung tambahan agar tidak mudah lapuk.

3. Ketahanan Terhadap Rayap dan Cuaca

Tingkat awet kayu angsana termasuk kedalam kelas ll-lll. Jadi, kayu ini cukup tahan terhadap serangan rayap, jamur, dan pembusukan.

Ya, hal tersebut berkat kandungan minyak alami yang ada didalamnya, sehingga dapat memperlambat proses pelapukan sekaligus mencegah serangan rayap.

tingkat ketahanan kayu angsana terhadap rayap

Untuk penggunaan di area lembab atau outdoor, treatment tambahan seperti perendaman, pelapisan anti rayap, hingga finishing berbasis oil-based coating memang sangat dibutuhkan.

Melalui proses tambahan tersebut, maka daya tahan kayu angsana bisa menjadi dua kali lipat.

Hebatnya lagi, kayu angsana cukup tahan terhadap perubahan cuaca karena sifatnya yang tidak mudah menyerap air secara berlebihan.

Alhasil, kayu angsana tidak mudah memuai maupun menyusut yang membuatnya cocok untuk kebutuhan interior maupun eksterior.

Berkat karakteristiknya yang sedemikian rupa, tentu kayu angsana ideal digunakan untuk panel dinding interior, bingkai jendela, hingga parket lantai.

Baca juga: Lantai Parket Kayu Jati

4. Mudah Diolah dan Finishing

Ini dia salah satu alasan yang membuat kayu angsana selalu menjadi pilihan utama bagi para tukang mebel maupun pengrajin.  

Berkat struktur seratnya yang halus, kayu angsana cukup mudah dipotong, diserut, dan dibentuk tanpa menimbulkan serpihan tajam.

kayu angsana mudah diolah

Bahkan, kayu ini juga mudah diukir yang membuatnya cocok untuk ukiran, bingkai, atau detail furniture dekoratif.

Ketika dilakukan tahap pengecatan maupun pelapisan, kayu angsana dapat menyerap bahan finising dengan sangat baik.

Terlebih warna alaminya yang dapat diperkuat dengan lapisan clear coat, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih mewah meski tanpa pewarna tambahan.

Untuk proses perekatan, kayu angsana juga tidak menimbulkan masalah seperti kayu berminyak pada umumnya.

Tak hanya itu, bobot kayu angsana tidakla seberat kayu ulin yang dapat memudahkan pengangkatan dan pengerjaan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai ciri khas dari kayu angsana, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

Scroll to Top