Decking Kayu

Apa itu Decking ?

Decking adalah salah satu jenis produk yang umunya terbuat dari kayu, termasuk ke dalam kategori bahan bangunan.

lantai kayu decking

Penggunaan decking biasanya di peruntukkan untuk di aplikasikan sebagai Penutup Lantai pada ruangan terbuka atau diluar ruangan (Outdoor).

Dalam Hal ini Decking yang kami Produksi adalah dari bahan Kayu solid atau disebut Decking Kayu. Dalam bahasa Inggris disebut Wooden Deck. Kalau di tempatkan di pinggir Kolam Renang sering disebut juga Pool Deck yang artinya Decking Kolam Renang.

Bahan Kayu yang biasanya digunakan untuk Decking ini haruslah jenis Kayu yang keras dan tahan Cuaca. Tidak mudah Lapuk, Tidak mudah melintir, dan juga tahan terhadap air dan panas. Untuk itu dipilihlah beberapa Jenis Kayu yang tergolong keras yaitu:

  • Kayu Ulin, (Kayu yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera).
  • Kayu Bengkirai, (Kayu yang berasal dari Kalimantan.)
  • Dan Kayu Merbau. (Kayu yang berasal dari Papua Irian).

Untuk mengetahui kelengkapan produk-produk lantai kayu outdoor (decking), silahkan kunjungi : Harga Lantai Kayu Outdoor

Selain dari ketiga jenis Kayu tersebut diatas, jarang sekali Jenis Kayu lain yang dibuat untuk Decking Outdoor.

Ada sebagian Alternatif yang menggunakan Decking dari bahan serbuk Kayu Olahan yang di Produksi diluar Negri yang bahan campurannya menggunakan Plastik disebut WPC (Wood Plastic Composit).

Perbandingan Decking Kayu dan Wood WPC

Perbandingan Decking Kayu dan Wood WPC

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa penggunaan material WPC saat ini sudah mulai banyak digunakan sebagai alternatif pengganti kayu solid. Ya, salah satunya dalam pembuatan produk decking alias lantai kayu outdoor. Decking WPC itu sendiri terbuat dari bahan serbu kayu dan polypropylene (PP), yang mana material tersebut biasa digunakan untuk produk otomotif.

Disamping itu, kedua bahan tadi juga biasanya dijumpai di manufaktur jendela dan aplikasi decking tertentu (WPC Decking). Adapun mengenai perpaduan dari acrylonitrile butadiene styrene (ABS) dan serbuk kayu yang menghasilkan WPC, atau sebuah komposit kayu yang bisa digunakan dalam beragam macam aplikasi.

Terdapat juga perbedaan yang di permukaan struktur alami kayu dan matriks dari polimer plastik, untuk menentukan hasil properti fisik pada setiap komposit yang terbentuk. Oleh karena itu, beragam kelebihan yang berhasil dibentuk telah membuat decking WPC menjadi alternatif terbaik setelah decking kayu solid.

Lain halnya dengan decking material kayu, yang mana ia sudah digunakan sejak berabad-abad lamanya. Hal itu buan tanpa alasan, mengingat decking kayu memiliki beragam keunggulan yang tidak dimiliki oleh jenis material decking lainnya, termasuk material WPC.

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai perbandingan antara decking kayu vs decking WPC, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Perbandingan Dari Segi Kekuatan

Perbandingan Dari Segi Kekuatan

Jika diukur dari tingkat kekuatannya, decking WPC memang agak unggul dari decking kayu. Namun, keunggulan tersebut hanya berlaku untuk perbandingan dengan jenis kayu lunak saja. Beda lagi ceritanya ketika dibandingkan dengan jenis kayu-kayu golongan keras seperti kayu merbau, kayu ulin, dan kayu bengkirai, dimana tingkat kekuatannya setara dengan decking WPC.

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, jenis decking kayu ulin dan merbau sudah terbukti dapat bertahan hingga puluhan tahun lamanya lho.

Perbandingan Dari Segi Harga

Perbandingan Dari Segi Harga

Untuk urusan harga, banyak yang beranggapan bahwa decking WPC ini menawarkan harga yang lebih murah dibanding decking kayu. Buktinya, justru harga decking WPC-lah yang lebih mahal dari decking kayu, baik itu jenis decking merbau maupun decking bengkirai.

Menurut informasi yang di dapat, harga decking WPC per batang dengan panjang 3 meter dibanderol sekiar Rp 285.000. Itu artinya, harga decking WPC per meternya bisa mencapai sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 900 ribuan. Lantas, bagaimana dengan harga decking merbau?

Nah, bagi anda yang penasaran dengan informasi tersebut, silahkan kunjungi : Kelengkapan Daftar Harga Produk Parket Merbau

Perbandingan Dari Segi Ketahanan Terhadap Rayap

Perbandingan ketahanan terhadap rayap

Dinilai dari tingkat ketahanan terhadap serangan rayap, maka jenis decking kayu ulin dan merbau bisa dianggap hampir sama dengan decking WPC. Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat tingkat keawetan pada kayu merbau ini termasuk kedalam kelas 1. Bahkan, kayu merbau juga memiliki tingkat density yang begitu padat lho.

Perbandingan Dari Tingkat Keindahan

Perbandingan Dari Tingkat Keindahan

Untuk penilaian yang satu ini, maka bisa dipastikan jika decking kayu lebih unggul dari decking WPC. Mengapa demikian? Ya, hal itu dikarenakan decking kayu memiliki pola serat sehingga dapat menghadirkan keindahan alami yang begitu sedap dipandang. Itu sebabnya, mengapa penggunaan decking kayu tampak kental dengan nuansa natural namun masih tetap elegan.

Seperti itulah perbandingan antara decking kayu dengan decking WPC, sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum membelinya.

Nah, setelah mengetahui perbandingan antara decking kayu dan decking WPC, mari kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya mengenai tips merawat decking kayu

Tips Merawat Decking Kayu Agar Tidak Mudah Usang

1. Lakukan Pembersihan Decking Menyeluruh Secara Berkala

Apabila penggunaan decking ditempatkan pada area kolam renang, maka dibutuhkan pembersihan secara menyeluruh dan berkala. Meski decking kayu merbau dan bengkirai diklaim tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan, namun tetap saja membutuhkan perawatan khusus agar terhindar dari potensi kerusakan.

Maka dari itu, anda harus membuat agenda untuk membersihkannya secara rutin dan berlanjut. Adapun cara bersih-bersihnya yang cukup simple, dimana anda hanya perlu menggunakan lap kering atau lembap. Namun, hindari penggunaan sabun atau deterjen karena zat kimianya akan membuat decking kayu menjadi mudah keropos!

2. Perhatikan Bagian Celah-celah Decking

Inilah bagian yang kerap terlewatkan saat membersihkan decking kayu. Jika decking kayu sering terkena air secara terus menerus dan di biaran begitu saja, maka jangan harap bahwa decking kayu tersebut akan bertahan lama. Pasalnya, rembesan air yang terdapat pada celah-celahnya bisa membuat decking menjadi mudah keropos.

Maka dari itu, anda jangan sampai lupa untuk memperhatikan bagian celah-celah decking. Ya, pastian bahwa celah-celah decking tidak menjadi kubangan air. Pastikan pula anda membersihkan celahnya dari potensi bangkai hewan-hewan kecil seperti serangga.

Dengan tips yang satu ini, maka decking kayu di rumah anda akan tampak lebih bersih sehingga membuatnya sedap dipandang.

3. Gunakanlah Furniture Bagian Bawahnya Sudah Diberi Alas Karet

Tingkat kekuatan dan kekerasan decking kayu memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun, bukan berarti juga bahwa decking kayu ini akan terhindar dari masalah goresan. Biasanya potensi goresan tersebut kerap diawali dari furniture yang ditempatkan dengan cara di geser atau diseret.

Untuk mengindari masalah tersebut, maka cara pemindahan furniture-nya harus dengan cara digotong atau diangkat agar tidak menggores bagian permukaan decking. Selain itu, akan lebih baik lagi jika anda memberikan karet sebagai alas bawah furniturenya sehingga dapat menghindari kontak langsung dengan decking.

Itulah beberapa tips dalam merawat decking kayu agar tidak mudah usang dan rusak.