Tren desain interior terus berkembang seiring waktu, namun desain kontemporer tetap menjadi gaya yang paling banyak digemari. Berbeda dengan gaya klasik yang identik dengan ornamen berlebih, desain kontemporer menawarkan ketenangan, kesan lapang, dan fungsionalitas tinggi.
Namun, merancang ruangan bergaya kontemporer tidak hanya soal pemilihan furnitur atau warna cat dinding. Elemen dasar seperti lantai memiliki peran yang sangat krusial. Lantai adalah kanvas utama yang akan menyatukan seluruh elemen desain dalam ruangan.
Mengenal Lebih Dekat Desain Kontemporer

Sering kali masyarakat menyamakan desain kontemporer dengan desain minimalis. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Jika minimalis membatasi penggunaan barang, kontemporer lebih fokus pada update atau apa yang sedang tren di masa kini.
Contohnya jika saat ini tren menggunakan lantai kayu parket pada hunian, maka desain kontemporer akan menyesuaikan menggunakannya.
Ciri khas utama dari desain kontemporer meliputi:
- Penggunaan garis-garis tegas dan bentuk geometris.
- Palet warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, dan warna tanah (earth tones).
- Penerapan konsep open space atau ruangan terbuka tanpa sekat kaku.
- Permainan tekstur yang halus namun tetap terlihat mewah.
- Pemanfaatan cahaya alami sebanyak mungkin.
- Karena karakteristiknya yang bersih dan tidak berribet, pemilihan material pelapis lantai harus teliti agar tidak menciptakan kesan ramai atau berantakan.
Baca Juga: 5 Ciri Khas Desain Japandi
Mengapa Pemilihan Lantai Sangat Krusial?
Dalam sebuah ruangan, lantai menempati area terluas dibandingkan elemen interior lainnya. Pada desain kontemporer, lantai berfungsi sebagai fondasi visual.
Penggunaan lantai yang salah, seperti motif ramai atau warna terlalu mencolok, akan langsung mengganggu keseimbangan ruangan. Oleh karena itu, diperlukan jenis lantai yang mampu memberikan kesan mulus, lapang, dan elegan.
Baca Juga: Mengenal Desain Mezzanine
Rekomendasi Jenis Lantai untuk Desain Kontemporer

Untuk memaksimalkan estetika rumah bergaya kontemporer, berikut adalah empat rekomendasi jenis lantai yang wajib Anda pertimbangkan:
1. Lantai Vinyl Premium (SPC/Rigid Core)
Vinyl kini telah berevolusi dan jauh dari kesannya yang murahan. Luxury Vinyl Tile (LVT) atau vinyl berinti SPC sangat cocok untuk desain kontemporer.
Material ini menawarkan fleksibilitas tinggi karena tersedia dalam berbagai motif, mulai dari motif kayu (wood look) hingga batu alam (stone look).
Keunggulannya, vinyl memiliki permukaan yang halus, kedap suara, dan tahan terhadap air, menjadikannya pilihan cerdas untuk ruang terbuka kontemporer yang menggabungkan area dapur dan ruang tamu.
2. Lantai Keramik Besar (Large Format)
Keramik ukuran besar seperti 60×60 cm atau 80×80 cm sangat direkomendasikan. Mengapa? Karena penggunaan keramik berukuran besar akan meminimalisir penggunaan garis nat.
Semakin sedikit nat, semakin mulus dan luas kesan yang ditangkap oleh mata, yang mana ini adalah tujuan utama dari desain kontemporer. Pilihlah keramik dengan finishing matte (doff) dan warna monokromatik seperti gading, abu-abu muda, atau putih susu.
3. Lantai Kayu Parket Solid
Jika Anda menginginkan sentuhan kehangatan alami tanpa meninggalkan kesan modern, maka jawabannya adalah lantai kayu parket yang biasanya terbuat dari olahan kayu jati atau merbau.
Jenis lantai desain kontemporer ini cocok diaplikasikan pada area indoor seperti ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur hingga ruang kerja.
Tampilan finishing alami dari lantai kayu parket membuat desain kontemporer terlihat lebih berwarna dan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi penggunannya.
Baca Juga: Lantai Kayu Merbau Alternatif Pilihan selain Jati
4. Polished Concrete (Beton Ekspos Halus)
Bagi Anda yang menyukai gaya kontemporer yang sedikit bergaya industrial, lantai beton poles adalah pilihan yang sangat eksentrik.
Lantai ini memberikan kesan maskulin, tahan lama, dan sangat mudah dibersihkan. Permukaannya yang mengkilap namun tetap menampilkan tekstur alami beton mampu menciptakan statement kuat di dalam ruangan.
Tips Memilih Warna dan Finishing Lantai

Agar lantai Anda semakin sinkron dengan desain kontemporer, perhatikan dua hal berikut:
- Warna Netral: Tetaplah berpegang pada palet warna netral. Warna lantai yang terlalu gelap akan membuat ruangan terasa sempit, sedangkan warna yang terlalu terang membuat ruangan terasa dingin. Warna greige (perpaduan abu-abu dan coklat) adalah pilihan paling aman dan tren saat ini.
- Hindari High Gloss: Meskipun mengkilap terlihat mewah, finishing high gloss pada lantai justru akan menciptakan refleksi cahaya yang berlebihan dan terkesan “palsu”. Pilihlah finishing satin atau matte untuk kesan elegan yang lebih bijak.
Pemilihan jenis lantai pada desain rumah kontemporer perlu Anda perhatikan dan pertimbangkan sebaik mungkin agar selaras dengan konsep yang di usung.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Desain Shabby Chic
Desain Kontemporer pada hunian semakin berkembang dan menarik karena mengikuti tren yang sedang naik daun saat ini.
Jadi, tertarik mengusung desain kontemporer dirumah?
