memasang parket kayu

Mengenal Lebih Jauh Lagi Jenis-jenis Lantai Kayu Parquet

Definisi Lantai Kayu

Lantai kayu kerap disebut dengan istilah parket atau parquet. Namun, ada juga yang menyebutnya dengan istilah parket flooring. Seperti jenis lantai pada umumnya, kayu parket juga digunakan sebagai alas atau lantai untuk sebuah hunian. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kini lantai kayu diproduksi secara modern sehingga dapat diproduksi dalam jumlah yang banyak. Bukan hanya itu, sekarang juga banyak jenis-jenis lantai kayu yang bahannya bukan terbuat dari kayu asli alias kayu sintetis.

Tak hanya memberikan kenyamanan, penggunaan lantai kayu pun dapat menambah estetika dan nuansa natural pada sebuah hunian. Terlebih jika dikemas dengan apik dan modern, sehingga akan semakin mempertegas kesan mewah. Pada mulanya, lantai kayu kerap diidentikan dengan perumahan-perumahan kuno dan terkesan ketinggalan zaman. Justru, sekarang ini lantai kayu menjelma menjadi sebuah barang yang mewah dan memiliki nilai jual tinggi lho.

Baca juga : Rekomendasi Lantai Kayu Untuk Samping Kolam Renang

Selain digunakan pada rumah pribadi, lantai kayu juga sering diaplikasikan pada lapangan olahraga seperti lapangan futsal, badminton, basket, voli, dan lain sebagainya. Paslanya, lantai kayu dinilai sangat bagus untuk kesehatan karena sifatnya yang dapat menyerap panas dengan baikm serta bagian permukaannya yang tidak licin. Lantai kayu pun tidak hanya difungsikan sebagai lantai saja, melainkan juga bisa digunakan untuk dinding rumah, plafon rumah, pelapis tangga, dan sebagainya.

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, lantai kayu yang sekarang ini sudah dilengkapi dengan teknologi terbaru sehingga daya tahannya semakin kokoh. Nah, untuk mempersingkat waktu, mending kita langsung saja ke pembahasan intinya mengenai jenis-jenis lanta kayu parket. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya di bawah ini.

Jenis-jenis Lantai Kayu Parket yang Paling Umum

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa setiap masing-masing maerial itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Begitu juga dengan lantai kayu, dimana masing-masing jenisnya mengusung ciri khas tersendiri. Adapun mengenai jenis-jenis lantai kayu parket yang paling umum dipasaran seperti berikut :

1. Lantai Kayu Parquet Solid

Sesuai dengan namanya, jenis lantai kayu parket solid ini terbuat dari bahan kayu solid alias kayu utuh. Tahap poembuatan lantai kayu solid ini merupakan jenis-jenis kayu dari produsen kayu, yang kemudian langsung dipotong hingga terbentuklah lempengan-lempengan kayu. Setelah terbentuk lempengan, maka kayu tersebut akan di oven hingga mendapatkan kadar MC (Moisture Content) sekitar 8% sampai dengan 11%.

Akan tetapi, tidak semua jenis kayu itu dapat dijadikan lantai kayusolid. Ya, tentu saja hanya ada bebeapa jenis-jenis kayu yang dianggap cocok untuk dijadikan lantai kayu parket. Kayu yang dianggap cocok untuk dijadikan lantai kayu parket itu harus memiliki tingkat kekerasan, tingkat kekuatan, tingkat keawetan yang tinggi, serta memiliki sifat tahan terhadap perubahan cuaca dan anti rayap – jamur. Pada umumnya, tingkat kekerasan (wod density) pada lantai parket itu berkisar 700 – 1100 kg/m3. Jenis-jenis kayu yang cocok dijadikan untuk lantai kayu parket solid diantaranya adalah :

  • Kayu ulin
  • Kayu bengkirai
  • Kayu keruing / kruing
  • Kayu sonokeling
  • Kayu rengas
  • Kayu kempas
  • Kayu kumea
  • Kayu sungkai
  • Kayu jati

2. Lantai Kayu Laminasi (Laminated Flooring)

Bagian bawah pada jenis lantai kayu laminasi terbuat dari bahan serbuk kayu, kemudian diberi corak atau motif kayu dan aluminium oxide pada bagian atasnya. Serbuk kayu itu sendiri terbagi lagi kedalam tiga jenis seperti :

  • LDF (Low Density Fiberboards) atau Particle Boards

LDF merupakan jenis serbuk kayu yang memiliki kualitas kurang bagus dan cepat rusak, dikarenakan tingkat kepadatannya yang memang lemah.

  • MDF (Medium Density Fiberboards)

MDF adalah jenis serbuk kayu yang paling umum digunakan, karena mempunyai kepadatan yang cukup baik sehingga tidak mudah patah. Selain dijadikan sebagai lantai kayu, jenis MDF pun sering digunakan untuk pembuatan meja dan lemari.

  • HDF (High Density Fiberboards)

Sedangkan HDF adalah jenis serbuk kayu yang paling padat, keras dan tahan terhadap air. Namun saking kerasnya, justru hal tersebut malah membuatnya menjadi mudah patah. Itu sebabnya, mengapa jenis HDF jarang digunakan untuk kebutuhan furniture. Meski mudah patah, tapi tidak akan menjadi masalah karena HDF laminated biasa dipasang pada lantai yang tidak memerlukan tingkat fleksibilitas tinggi.

3. Lantai Kayu Engineer

Pada dasarnya, Lantai Kayu Engineer ini merupakan hasil modifikasi dimana dalam satu lembaran parketnya terdiri dari tiga jenis bahan sekaligus seperti :

  • Bagian atasnya yang terbuat dari kayu solid atau veneer kayu yang memiliki corak estetika
  • Bagian tengahnya terbuat dari bahan plywood atau multipleks
  • Sedangkan bawahnya terbuat dari bahan kayu solid yang memiliki kualitas lebih rendah.

Tujuan diproduksinya Lantai Kayu Engineer, yakni untuk menekan biaya produksi kayu tanpa membuang sisi artistic dan natural dari lantai kayu itu sendiri. Bukan hanya itu, Lantai Kayu Engineer juga mempunyai tingkat stabilitas yang tinggi sehingga risiko melengkungnya pun cukup minim.

Kendati demikian, penggunaan Lantai Kayu Engineer ini masih jarang terjadi karena proses produksinya pun tergolong cukup sulit untuk dikerjakan. Hal itu terbukti, dimana tidak banyak perusahaan-perusahaan lokal yang memproduksi Lantai Kayu Engineer. Bahkan, harga Lantai Kayu Engineer ini hampir sama dengan lantai kayu solid, namun kualitasnya masih lebih bagus kayu solid.

Penggunaan lantai kayu sesuai Penempatannya

1. Lantai Kayu Parket Pada Dalam Ruangan

Perlu anda ketahui, ukuran lantai layu parket yang digunakan untuk dalam ruangan itu harus sesuai. Adapun mengenai ukuran spesifikiknya seperti beirkut :

  • Tebal : 1 – 2 cm
  • Lebar : 5 – 9 cm
  • Panjang : 17 – 90 cm

Guna meminimalisir risiko lengkung terhadap kayunya, maka ukuran parket harus disesuaikan dari segi tebal, lebar, dan panjang. Lantai kayu dengan panjang 90 cm harus memiliki ketebalan minimal 1,5 cm dan lebar minimal 7 cm. Sedangkan parket yang memiliki ketebalan 1,2 cm, maka maksimal ukuran panjangnya harus 30 cm.

Produk lantai kayu parket pada umumnya sudah dibekali dengan system pengunci pada empat sisi, yang berguna untuk menambahkan daya rekat pada setiap parket lantai yang dipasang dengan rapat agar tidak ada celah.  

2. Decking kayu Untuk Luar Ruangan

Jika anda memiliki halaman yang cukup luas atau terdapat kolam renang, maka kayu decking ini merupakan pilihan yang paling tepat. Pasalnya, decking kayu memang ideal digunakan untuk area-area outdoor karena tahan terhadap perubahan cuaca dan air. Ukuran kayu decking yang harus digunakan adalah :

  • Tebal : 1,9 cm
  • Lebar : 9 cm
  • Panjang : 100 cm up

Demikianlah ulasan singkat mengenai penjelasan tentang lantai kayu parket. Nah, bagi anda yang ingin mengetahui seluk beluk lantai kayu parket dan daftar harganya, silahkan klik disini.  

Tinggalkan Komentar